9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Rumah (Part 9-Habis)

20130119_130513 copy

Bismillah.

Alhamdulillah, tanggal 23 Jan 2013 serah terima rumah sudah dilakukan dengan item complain 31 (gak kurang banyak komplainnya? Hehehe). Masih banyak complain kenapa mau serah terima? Alasannya simple, Kontrakan di Jakarta habis per akhir Januari 2013, daripada uang digunakan untuk memperpanjang kontrakan, lebih baik dialihkan ke biaya tambal-tambal dan minor renovasi rumah baru.

Idealnya, jika masih banyak complain dan terdapat complain major, jangan tanda tangan surat serah terima rumah. Akan sangat riskan. Sebab, proses pengiriman uang dari bank ke developer dibagi atas 3 tahap. Tahap pertama, 40% dari pengajuan, dibayarkan setelah akad rumah. 50% dibayarkan dari bank ke developer setelah serah terima rumah, sisanya setelah semua administrasi lengkap.

Jadi, jika kita belum serah terima rumah, maka uang sebesar 50% dari total pembiayaan tidak akan di transfer dari bank ke developer, dan kita punya nilai tawar yang kuat disana.

20130119_131120 copy

Agak terpaksa memang serah terima ini, sebab masih ada major complain yang belum diberesin, pertama listrik, masih di’gantol’ dari rumah sebelah (berhubung biaya ditanggung developer, aku oke aja), kedua, masih ada beberapa atap yang bocor, ketiga, ada instalasi water heater yang belum ada, keempat, lampu kamar depan mati. Per hari ini, semua complain sudah dibenerkan kecuali pengecatan bekas atap yang rembes.

Rumah resmi kami tempati per 2 Feb 2013, Lah kenapa gak langsung setelah serah terima? Hehehe, ditambal-tambal dulu, tembok belakang ditinggikan, maklum belakang rumah langsung sawah, takut ada yang melompat kalau tidak tinggi tinggi (tembok belakang hanya 1.5 meter), didepan rumah bikin tempat parkir motor, dan tambal-tambal yang lain, sehingga baru bisa ditempati sekitar seminggu kemudian.

20130119_131200 copy

Karena alasan diataslah rumah di dunia maya ini (9ethuk) jadi terbengkalai lama, hontoni gomenasai…..

Akhirnya, setelah hamper 6 bulan mengamati proses pembangunan rumah dari setelah akad jual beli dengan bank. Wujud rumah (meskipun masih nyicil selama 15 tahun lagi) sudah ada dan saat ini sudah kami tempati bersama-sama si kecil Ai.

Kalau kata Pak Kost dulu, “Kalau pengen punya rumah Mas Aan, harus berhemat dari sisa lapar, jangan dari sisa kenyang”

Awalnya bingung, iki artine opo?

20130119_131414 copy

Setelah dicermati emang bener, harus siap lapar-lapar dikit guna berhemat untuk bisa dapat rumah atau cita-cita. Kalau kenyang dan enak terus makannya, kapan nabungnya? Berepa banyak yang ditabung? Makanya harus dari sisa lapar bukan sisa kenyang.

Sisa lapar untuk rumah adalah, motor gak punya (2 motor dirumah yang biasa aku pakai plat nomer AE, milik babe magetan), tablet gak punya, laptop alakadarnya (yang penting bisa internetan dan ngeblog hehehe), TV LCD gak punya (adanya TV 14 inchi tabung, hahahaha), Kamera DSLR gak punya (pake kamera HP aja cukup, hahahaha), Mobil gak punya (adanya mobil kijang plat nomer L milik babe Surabaya terparkir di carpot) dan masih banyak sisa lapar yang lain.

Kalau ada yang bilang, kok gak punya apa-apa sich loe An? Gak papa, yang penting rumah udah punya, hahahaha.

Terimakasih pada sobat semuanya atas support dan do’anya. Silakan mampir ke ‘gubug’ kami jika berkenan. Happy blogging…..

NB : Maaf belum bisa berkunjung dan membalas comment

17 comments on “Rumah (Part 9-Habis)

  1. danirachmat
    February 17, 2013

    Alhamdulillaaah sudah ditempati. InsyaAllah sedikit-demi sedikit yang kurang-kurang bisa ditambal sambil jalan Mas..🙂

  2. Ely Meyer
    February 17, 2013

    Selamat ya atas pindahan rumahnya🙂

  3. Iwan Yuliyanto
    February 17, 2013

    Alhamdulillah, awal yang bagus. Jangan nafsu memenuhi rasa lapar🙂

    • 9ethuk
      February 22, 2013

      Siap Pak. makasih nasehatnya….

  4. ryan
    February 18, 2013

    Benar tuh mas kata pak kostnya…
    Gak berasa saya juga sudah memasuki tahun ke 4… masih 11 tahun lagi. hehehe.

    • 9ethuk
      February 22, 2013

      Waaaaaaaaahhhhhhhhhhh udah tahun ke empat mas ryan. keren!
      Harus banyak belajat ke suhu neh🙂

      • ryan
        February 22, 2013

        Hahaha. suhu apanya… cuma bayar aja tiap bulan… lama-lama berasa juga. :d

      • 9ethuk
        February 22, 2013

        Berasa lamanya ya Pak?

      • ryan
        February 22, 2013

        berasa cepet juga dah 4 tahun… hehehe

      • 9ethuk
        February 22, 2013

        kirain,
        huftt.. masih 11 tahun lagi.

      • ryan
        February 22, 2013

        hahaha. daripada memikirkan 11-nya mending memikirkan yang sudahnya. lebih menyenangkan.
        seperti di sini mas:
        http://duniaely.wordpress.com/2013/02/22/hidup-itu

      • 9ethuk
        February 22, 2013

        Joss!!

      • ryan
        February 22, 2013

        bagi dong… masa minum sendirian aja.

  5. Wiwik Widiyatni
    February 18, 2013

    enaknya udah punya rumah….

    • 9ethuk
      February 22, 2013

      Lebih tepatnya masih kredit, nyicil dikit dikit belinya🙂

  6. genthuk
    February 18, 2013

    nang endhi wae An.? kok gak pernah nongol di reader ku

    • 9ethuk
      February 22, 2013

      Ampun senpai,…
      lagi riweh di rumah dan di pabrik. Hampir gak sempet buka blog,… ini juga baru sempet bales2 comment yang dah nunggak beberapa minggu belum di bales..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 17, 2013 by in [Perjalanan Hidup] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: