9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Apakah Akan Menyapa Lagi [Moslem Corner]

20130114_200752 copy

Bismillah.

Posting singkat, oleh-oleh dari Cikarang 2 minggu lalu. Dapet Taujih dari Ustadz Mahmud Al Hafidz. Yang datang kajian lumayan banyak dari biasanya, 8 orang.

Awalnya, Ustadz bertanya kepada kita,

“Jika kita menyapa seseorang dengan senyuman yang manis, kemudian senyum kita tidak berbalas, bahkan sedikitpun tidak membalas sapaan kita. Apakah besok jika kita ketemu akan menyapa lagi?”

Aku sendiri dengan jelas menjawab “Enggak”, yang lain senyum-senyum bingung, kadang berseloyor tidak.

“Kenapa?” tanya ustadz Mahmud.

“Karena takut gak akan dibalas lagi sapaan kita oleh orang tadi” jawab kami.

“Nah, itulah analoginya, jika kita berbuat baik berharap mendapat balasan dari manusia, maka akan cepat capek dan mundur. Berbeda jika kita berbuat baik tujuannya karena Alloh semata, maka, mau dibales senyum kita kek, mau kagak, maka kita akan tetap menyapa dan tersenyum, sebab alasan kita tersenyum bukan mengharap senyum balasan atau sapaan balasan dari orang yang kita sapa, tapi dari Alloh”

………………………. semua tertonjok, kecuali aku. Tertendang jungkir balik.

Sejak itu aku mulai berfikir-fikir lagi, jadi, selama ini semua yang aku lakukan apakah sudah benar-benar karena Alloh atau baru sekedar ingin mendapat sapaan balik dari sesama. Apakah niatku vertikal ketas karena Alloh atau masih horizontal.

Hehmmm, semakin sedikit paham tentang ilmu ikhlas, mungkin seperti inilah ilmu ikhlas itu, berbuat baik sebanyak-banyak tanpa mengharap balasan dari manusia, sebab motivasinya-nya bukan untuk manusia, tapi vertikal ke Alloh swt.

Jadi tertegun,

Jadi selama ini kalau aku bekerja, berbuat sesuatau dengan semangat 45 sesuai target, mengerjakan segala tugas tepat waktu, apakah karena Alloh atau karena Bosku ya?

Membantu teman, menolong orang, apakah ingin supaya orang tersebut membantu kita disaat kita membutuhkan atau niat kita karena Alloh?

Ngasih amoplop saat hajatan, kematian, sumbangan, apakah berharap supaya orang memberi sejumlah yang kita berikan atau ikhlas karena Alloh semata?

Maka,

Jika jika tujuan kita karena Alloh, maka mengeluh juga ke Alloh. Dalam sujud dalam, tengadah tangan, dan do’a yang khusyuk.

Semakin aneh jika kita berbuat mengharap ke manusia tapi mengeluhnya ke Alloh.

Haduhhhh, kalau dipikir-pikir terus kok semakin ditendang-tendang gini,… hiks-hiks….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 15, 2013 by in [Materi Pekanan], [Moslem Corner] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: