9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Cerita Pulang Kampung 18-22 May 2013 (Part 5)

Grand Father Days!

Kenapa saya sebut grand father days? Karena sejak Ai datang hari sabtu pagi, Bapak sedang ada acara ke bandung hingga hari minggu. Kata Ibuk, minggu sore dari bandung. Perkiraanku senin pagi nyampek magetan. Padahal selasa sore aku udah balik ke Jakarta.

Makanya sejak senin pagi-pagi sekali saat bapak datang, Ai adalah ‘miliknya’ bapak. Hahaha, tapi ya gitu Ai-nya belum mau ikut Akung magetan. Hehehe.

Pagi-pagi ibuk membelikan bubur dan langsung saja Ai digendong trus di dulang (disuapin). Tak kalah akal, bapak ‘nyemplak’ di sepeda motor, diajaklah Ai naik motor bareng ibuk. Akhirnya punya kesempatan muter-muter ama cucu, Hihihihihi…

2 hari, senin hingga selasa aku dan istri tidak pergi kemana-mana. Khusus acara dirumah. Menyempurnakan kerinduan Bapak Ibuk pada cucu terjauhnya yang jarang pulang. Dan memang, ini adalah kali pertama aku ajak Ai ke magetan setelah ia lahir 24 Agustus silam. Bisa kebayang betapa kangennya Bapak Ibu pada Ai.

Bapak ibuk terakhir ketemu Ai saat usia 2 bulanan, itupun hanya sebentar, sekarang saat usia 8 bulan sudah buanyak perubahan tentunya pada Ai.

Ehmm, tau gak? apa oleh-oleh bapak dari Bandung? Baju putih yang bagus banged buat Ai, cucu perempuan pertamanya. Sedang Aku ma Istriku hanya dapet makanan, hiks hiks.

Entah saking kangen ma Ai atau bagaimana, sampai Ai tidurpun ibuk ikut tidur di samping Ai. Ngeliatin Ai terus, seakan tak ingin waktu terlepas 1 detik tanpa cucunya.

Kalau bapak lebih heboh lagi, dia akan memburu lalat atau nyamuk yang berani masuk kamar dan mengganggu tidur cucunya. Dan kebiasaan ‘aneh’ itu juga dilakukan bapak ketika aldi (sepupu Ai, anak dari adekku yang tinggal di gresik) bertandang ke magetan.

Target bapak dalam waktu 2 hari adalah bisa menggendong Ai tanpa Ai nangis atau Ai mau ikut bapak dan gak pake nangis. Waw, berat juga neh, secara Ai sudah mulai paham mana orang-orang yang biasa ia temuai setiap hari dan mana orang ‘asing’ yang jarang ia temui.

Ibuk, yang start 2 hari lebih dulu dari bapak sudah menunjukkan hasil yang lumayan berhasil. Buktinya, Ai selalu nurut dan gak nangis kalau digendong pake jarik sambil di dulang (disuapin). Asalkan Ai gak ngeliat aku ma istri, hehehe.

Sedang bapak, harus berjuang lebih keras supaya Ai mau digendong ama Bapak. Tapi bukan Bapak kalau gak punya rumus jitu, biasanya Bapak menggendong Ai dari belakang, supaya Ai gak melihat siapa yang menggendongnya. Hahahaha. Tapi begitu Ai menoleh ke belakang ternyata yang menggendong Bapak, baru deh nangis, hehehehehe…

Setidaknya usaha bapak lumayan berhasil di detik-detik terakhir saat mengantar kami ke stasiun madiun menjelang balik ke Jakarta. Di stasiun Ai mau digendong ama bapak, dan gak nangis seperti sebelumnya. Lega rasanya.

3 malam 4 hari waktu yang sangat singkat jika dilalui penuh suka cita, apalagi buat bapak dan ibuk, pasti jauh lebih singkat dari yang aku rasakan. Mungkin masih terlalu singkat saat ini, semoga lebaran tahun ini bisa memperpanjang waktu di magetan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: