9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

HaPe Kecemplung

20130114_200752 copy

Bismillah.

Kasian banged HaPe S*msung Y ku kamis, 5 Sep 2013 kemarin. Siang harinya pas mau makan jatuh dari saku celana tanpa sepengetahuanku. Setelah makan baru nyadar kalau HaPe tak ada di saku, langsung lari menyusuri jalan arah ke arah ruang kerja. Alhamdulillah tidak jadi hilang, ditemukan salah satu operator yang mengenali kalau itu HaPe ku. Katanya, “Gimana gak kenal mas, HaPe Spv yang paling jelek khan punya mas aan doank, operator yang lain tuh HaPenya 5 jutaan ke atas”. Asseeemm!!

Sore harinya, pas lagi BAB, HaPe gue bawa. Kebetulan BABnya di kamar kecil luar pabrik deket mushola, sekalian Ashar. Dan, pas lagi ‘konsentrasi’ ada ular kecil deket kakiku yang kepalanya udah meliuk liuk gitu. Kaki reflek menjauh dan ‘PLUNG’ HaPe kecemplung closed. Waaaaaaa….

Mau ngambil gak ‘kuat’, akhirnya aku sentor dulu terus pake air, aarrggghhh tutup cover belakang ikut masuk closed. Asseeemmm…

Setelah situasi closed ‘aman’ baru aku berani ngambil (gak usah mbayangin bagaimana mengambilnya, aku juga gak mau mengingat ingat lagi, hhuueeekkk)

Mati. HaPeku mati tak ada sedikitpun ‘nyawa’ di layar nya. Hiks. Aku lepas baterai, aku ambil tissue, aku keringkan. Aku taruh di ruangan berAC supaya kering. Aku coba nyalain, gak mau nyala. Aku colokin chargernya, aku coba nyalain, gak mau nyala. Hiks. Sedih. Padahal baru May kemarin belinya, itupun setelah perjuangan panjang mendapatkan approved acc ‘bendahara’.

Pulang kerja aku bawa ke tukang service di Cibinong, hasilnya nihil. Kata Masnya, suruh bawa ke S*amsung service center aja.

Besoknya, hari  jum’at. Aku pulang teng GO. Ngacir ke Service center di Margonda Depok. Sudah tutup saudara-saudara. Hiks. Sehari tanpa HaPe.

Esoknya lagi, hari sabtu. Aku kembali ke service center di Margonda, Alhamdulillah buka, dapet no. antrian 38. Nunggu bentar trus dipanggil ama mbaknya (eehmm, kenapa ya mesti yang manis manis yang nerima keluhan pelanggan? Hehehe)

Aku bilang, “Mbak tolong di chek in hape saya donk, habis kecemplung air” (tanpa aku jelaskan kronologi kecemplung nya. Hahahaha, takut gak mau pegang HaPeku tar.

Kata mbaknya, “Kalau kena air garansi hilang ya pak”. “Oke”. Jawabku simple. “Silakan tunggu ya pak, akan di cek oleh teknisinya.”

Sejuru kemudian aku dipanggil oleh teknisi, cewek juga, tidak semanis yang pertama dan terkesan tomboy. Hehehe. Kata mbaknya, “Motherboardnya kena pak, estimasi biaya perbaikan 635rb” (whaaatttt??!! Lebih dari setengah harga beli dulu).

“Bagaimana pak, dilanjut perbaikannya atau batal?” Tanya mbaknya. “Batal aja mbak” jawabku lemas. Keluar service center ngebalnk. What should I do?

Ya udah, lanjut planning ke dua. Cari HaPe 2nd harga 200rb. Perjalanan pulang sambil motoran mikir, beli kemana ya? Tak tau bisikan dari mana, tiba-tiba pengen beli HaPe ke gang mesjid cisalak deket kost pas masih jomblo dulu.

Nyampek TKP benar saja, ada beberapa HaPe 2nd yang dipajang untuk dijual. Mulai 150 rb sampai 250rb. Waw… ehm tapi mereknya cr**ss, Mit* dan sejenisnya. Padahal aku ngincer N*kia, S*ny Eric, S*msung, dan sejenisnya yang low end. Ya udah cari tempat lain.

Pas mau starter motor, eh balik lagi ke counternya. “Mas, bisa service HaPe? HaPe saya habis kecemplung air” tanyaku ke masnya yang jaga.

“Bisa mas, bawa sini aja HaPenya” weittsszz langsung aja gue ambil HaPe yang ada di jok motor. Saya kasih ke masnya.

Tidak selang beberapa lama HaPe sudah terbuka semua tuh HaPe luar dalem. Keliatan motherboardnya. Sambil ngecek aku ceritakan hasil dari service center, blab la bla. Kata masnya, “Oooo, ada yang konslet di bagian ini mas” katanya. Aku perhatikan, koneksi dari mother board ke layar LCD ada sedikit gosong.

Aku liat masnya ke belakang ambil pembersih atau apalah tak tau aku.

Sebentar kemudian masnya balik ke saya sambil menunjukkan layarnya menyala kembali. Waaahhhhhh senangnya hatiku!!

“Tutup covernya kemana mas?” Tanya mas tukang reparasainya. “Hilang” jawabku singkat. Gak mungkin juga aku jelasin kronologinya. Takut dilempar HaPeku mati lagi tar.

“Pake milik saya aja mas, saya punya yang gak kepake” terang masnya.

Wuicchhhh, juozzz gandos!!! Kotos kotos!

Setelah beres, aku Tanya masnya. “Semua berapa mas?”

“50 rb aja mas” jelas masnya.

“Berapa mas? 50 rb? “ tanyaku memperjelas.

“Iya” jawab masnya. Teduh banged rasanya denger masnya bilang 50rb.

Segera aku bayar. Serasa pengen salto tapi takut merusak counter HaPe masnya. Hahahaha.

Kalau rejeki gak kemana. Dari 635 rb menjadi 50 rb. Dari service center ke tukang reparasi jalanan. Dari Kantor-cibinong-margonda-cisalak. Dari sekian banyak counter HaPe dan tukang service kok terpilih di gang kampung masuk kedalem, kenapa gak di service center di mall?.

Luar biasa scenario ‘film’ yang di buat Alloh untuk mengantarkan rejeki tukang service HaPe di Gang kecil cisalak ini. Dimulai dari Hape jatuh kemudian Hape harus kecemplung air yang menyebabkan HaPe mati, di bawa ke service center, eehh gak jadi. Ternyata rejeki 50rb milik tukang service HaPe yang harus aku antar sendiri ke tempatnya. Tanya kenapa?

Itu baru satu scenario, bagaimana dengan milyaran orang seluruh dunia? Hanya yang Maha Pengatur yang mampu mengaturnya.

Btw, 2 hari tanpa HaPe rasanya enak juga ya. Dunia terasa tenang. Believe me, try it.

2 comments on “HaPe Kecemplung

  1. Yudi
    September 9, 2013

    jauh bgt perbedaan biayanya ya….:mrgreen:

  2. ainulharits
    September 10, 2013

    yang punya hp juga dapat rizki… malah lebih besar dari 50rb rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 9, 2013 by in [Catatan Harian], [Curhat] and tagged , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: