9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Short Story] Tempat Sampah dan Baju

Bismillah. Sore tadi seperti sore sore setiap libur sebelumnya, anakku Ai pengennya kalau mandi dimandiin Abinya. Pun, dengan sore tadi.

Habis mandiin Ai, seperti biasa pula, butuh tenaga extra hanya untuk memakaikan pakaian, nih anak pasti pengen ngajak maen dulu dengan ogah-ogahan diapakein baju. Akhirnya saya hanya berhasil memaikan pampersnya, selebihnya belum berhasil, hahahaha (payah banged gue yach?).

Karena sudah mencoba dengan beberapa jurus maut belum juga berhasil, maka aku tinggal sholat dulu (untung udah aku pakein minyak telon badan dan punggungnya).

Akupun mandi, untuk sholat ashar. Lha habis mandi, pas mau naruh handuk di belakang rumah, aku liat Ai sedang asyik mengeluarkan semua isi tempat sampah dengan tangan telanjang, udo pisan! Oooohh tidak.

Ini hal yg tidak biasa, langsung saja aku angkat dari TKP, eh si Ai-nya agak meronta sambil bilang “aju.. aju…” katanya. Awalnya aku gak paham maksudnya karena fokus ngajak Ai ke wastafel mencuci tangannya yang kotor habis megang semua kresek sampah.

Ealahhh,.. setelah itu Ibu bilang, tadi dipakein baju ama bundanya tetep gak mau, akhirnya bundanya bilang kalau gak mau pake baju, bajunya dibuang di tempat sampah. Pantes, Ai bilang “aju. aju..” saat aku angkat menjauh dari tempat sampah yg lagi ia keluarin isinya. Merinding juga setelah mendengar penjelasan Ibuk terhadap tindakan Ai menguras isi sampah mencari baju.

Catatan buat gue dan istri :

Jangan anggap anak tidak paham yang kita sampaikan hanya ketika melihat anak tidak menuruti yang kita sampaikan. Berbahagialah dan ambil sisi positifnya ketika anak tidak selalu nurut terhadap segala yang kita ucapkan atau inginkan, sebab anak kita terbukti bukan robot.

Dan yang paling membuat kami menyesal adalah kebohongan dengan membuang di tempat sampah. Setiap anak kecil akan menganggap semua yang diucapkan ortunya adalah benar, tidak ada yang salah dan jujur. Hingga ketika kita sebagai ortu sering mengatakan hal bohong, maka si anak bisa berubah persepsinya seiring waktu, bahwa ortuku biasa boong. Ohh tidak!! Jangan sampek dah.

3 comments on “[Short Story] Tempat Sampah dan Baju

  1. danirachmat
    November 3, 2014

    Waaaah… yaampun kasihan bayangin Ai nyari tempat baju di tempat sampahnyaaa. Huhuhu.
    Kalo anak saya gak mau pake baju saya coba keluarkan jurus negosiasi. Kasih apa yang dia paling seneng, misal main kereta-keretaan trus kasih sarat harus pake baju dulu. Berhasil most of the time mas. Hehehhe.

    • nugrohoandirama
      November 3, 2014

      Ai gk berhasil mas dengan cara itu, hahaha…

  2. JNYnita
    November 16, 2014

    Aaah. Iya tuh jangan suka bohong..
    Dulu aku sebel dibohongin kalau ortu gak punya uang, padahal bisa dijelasin masalah prioritas kan ya?
    Sama sebel kalau ada yang nakut2in ke dokter atau dojter gigi, pas beneran butuh bingung kan tuh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 2, 2014 by in [Catatan Harian] and tagged .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: