9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Curcol] Bahagia tidak harus mahal

Bismillah.

Ai, Asha, Aldrin

Ai, Asha, Aldrin

Bahagia tidak harus mahal. Namun seiring usia bertambah terkadang kita terjebak dengan sarana untuk merasa bahagia bukan pada esensi bahagia itu sendiri.

Dulu, masih inget banged. Kalau pas mujin hujan kegiatan yang gak mau terlewatkan adalah maen-maen sambil hujan-hujanan. Entah itu maen bola bareng pas hujan, mandi di sungai pas hujan, atau sekedar lari0larian di kala hujan deras. Rasanya sueneng banged. Serius? yoi, buktinya memori itu masih gue inget hingga sekarang.

Tapi sekarang, untuk mersakan sensasi bermain air jika tidak maen ke water bom yang besar rasanya kurang ngreget. Entah apa karena water bomnya yang dicari atau maen airnya. Padahal tiap musim hujan juga ada banyak air. gratis lagi. Jadi kepengen, tar pas pulkam ngajak Ai atau Kenzie maen hujan-hujanan. Hahaha.. sembunyi-sembunyi aja dari bundanya. Paling akan sedikit pilek, tapi memorinya akan mereka kenang hingga jauh ke depan.

Dulu pas aku kecil, waktu musim jeruk bali, kami biasa bikin maenan mobil-mobilan dari kulit jeruk. Sampek sekarang kalau disuruh bikin aku masih bisa, sesekali aku pernah mbikinin Ai maenan itu. Atau hanya bermodal selongsong spidol, sendal jepit yang tak terpakai, kayu bambu, kardus, karet gelang kami biasa membikin mobil-mobilan. Dihias dan diwarna sesuka hati. Trus di arak rame-rame keliling kampung. Rasanya luar biasa, sudah kayak kita bikin mobil bneran yang kita jalankan keliling kampung. Bahkan kita bikinkan garasi dan rumah buat mobil-mobil kami, kami pelihara sepenuh hati.

Sekarang, kalau belum mbil-mobilan remote kontrol yang super canggih. rasanya kurang lengkap bahagianya. Jadi bingung seakan terjebak pada mobil-mobilannya, tapi bukan pada proses menikmati mobil-mobilannya, menjadikannya sesuatu yang special dan stimewa.

Asha, Ai

Asha, Ai

Jaman sudah berubah memang, semakin hari semakin tua. Dan gue masih terus belajar bagaimana mensikapinya, mempersiapkan buat buah hati gue ke depan. Sebab jaman yang kelak akan mereka hadapi akan jauh lebih berat dan penuh persaingan yang inti tujuannya sebenarnya satu, survive, yup bertahan hidup.

Harapanku, mereka tidak terjebak pada sarana, tapi fokus pada esensi bahagia itu sendiri, sebab senyum di wajah yang tulus itu sama saja, baik senyum oleh anak orang paling kaya sedunia, atau senyum dari anak orang biasa. Dan saya yakin, rasa bahagia di hati akan sama, tidak melihat pada statusnya.

3 comments on “[Curcol] Bahagia tidak harus mahal

  1. Rani Asean
    January 9, 2016

    Iya bener om anaknya dibawa hujan-hujanan aja, itu menyenagkan sekali.
    Dulu aku juga pernah diajak bokap ujan-ujanan dan yaa jadi kenangan yg gak pernah terlupakan sampe skr meskipun bokap udah gak ada🙂

    Bahagia gak harus mahal…. esensi kebahagiaan itu ya ini, tapi sayangnya yg mahal lebih membahagiakan😄

    • 9ethuk
      January 10, 2016

      Hahaha,.. gue pikir,.. ternyata terakhir bikir menganggukkan kepala,..

      • Rani Asean
        January 15, 2016

        Gyahahahaa…. aku emang gak konsisten om😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 9, 2016 by in [Uncategorized].

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: