9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Kawan Seperjuangan Berulang Tahun ke 100ribu

Bismillah,

20160219_182248

Masih teringat jelas bagaimana kawan gue ini datang dari Manhattan (magetan maksud e, hahaha) jauh-jauh ke Jakarta, sekitar 4 tahun lalu ia mulai menemaniku berjuang bersama mengarungi kerasnya hidup sebagai perantauan di Jakarta.

Ia dikirim setelah aku nikah sebelum kelahiran anak pertamaku, jika dihitung sudah lebih dari 4 tahun berjalan bersama dia. Siang malam, kemarau penghujan, suka duka telah kami lewati bersama.

Ya, dia adalah Supra X 125 kelahiran 2008.

Tak terasa sudah genap 100,000 KM perjalanan di speedometer. Sudah diatur juga oleh Allah bahwa tepat 100,000 KM pas nyampek di sebuah masjid di daerah  Cilodong Depok arah dari GDC ke Pemda Cibinong. Nah, kebetulan masjid ini memilki nilai histori yang tak terlupakan buatku, istriku dan tentu dengan si Supra X ini.

20160219_182229

20160219_182203

Saat itu istriku sedang hamil anak pertama, usia kandungannya mungkin sekitar 5 bulan dan kami masih ngontrak di jakarta. Nah masjid pas di angka ke 100,000KM ini adalah masjid persinggahan kami saat perjalanan dari Jakarta mau ke Bojonggede-Cibinong untuk survey rumah pas hujan-hujan pula. Dimasjid inilah kami bertiga melepas lelah, aku yang lelah nyetir motor, istri yang lelah di bonceng dengan kondisi hamil dan si Supra yang lelah ‘berlari’.

Masjid Al Barakah ternyata namanya, hahaha.. dulu gak tau namanya dan belum sebagus setelah direnovasi seperti sekarang.

20160219_184007

Alhamdulillah Allah memberhentikan kami di angka ke 100,000KM di masjid ini dan tentu saja sekaligus memulai di angka nol KM di masjid yang sangat bersejarah buatku dan keluargaku.

Beberapa kesan kesan gue bersama si Supra ini adalah, ciee udah kayak apa aja, hahaha

Pernah sekali jatuh pas naik supra ini, di daerah kramat jati Jaktim, ehh ternyata di jalannya ada Oli tercecer, aku adalah orang kesekian yang jatuh. Alhamdulillah baik gue maupun Supratidak terluka parah, ya meskipun butuh beli beberapa part yang rusak.

Kalau nambal ban kagak usah dihitung, hahaha kebanyakan. Paku nancap pernah, beberapa kali nambal karena dikibuli tukang tambal ban juga pernah.

Kena tilang sudah pernah, 2 kali kalau gak salah. Sekali di cawang pas mau ke cikarang, gara-gara lupa gak nyalain lampu utama. Yang kedua di Pemda Cibinong pas berangkat kerja masuk jalur cepat, hahaha..

Kehabisan bensin karena nuntun sangat pernah, bukan salah Supra, tapi salahku yang kurang memprediksi, hehehe…

20160219_184221

Selebihnya kawan gue ini luar biasa, kagak cengeng dan siap sedia setiap saat. Kemana aja hayok kagak pernah nolak, diajak lewan jalan mana saja oke, mau jalan hualus sampek jalan off road. Mau jalan pas cuaca panas-panas siang hari plus muacet minta ampun ataupun hujan badai juga luar biasa gak pernah rewel.

Hampir wilayah Jakarta, Bogor, Cikarang, Bekasi sudah banyak yang kami arungi bersama. Satu kata, dirimu adalah kawan luar biasa.

Sebaliknya, justru gue yang ngerasa punya banyak salah ke loe bro. Kadang males nyucilah, sesekali telat ganti oli dari jadwal seharusnyalah. Kadang ngajak lewat jalan yang rusak dan tidak terhitung sudah berapa ribu lubang kami hantam bersama. Maaf ya sobat, atas semua kekurang perhatianku, dan terimakasih atas semua kesetiaan, kesabaran dan pengorbananmu.

 

Mungkin, ada sebagian yang menganggap aneh emosi terhadap benda mati semisal motor ini, tapi bagi gue, banyak pertolongan Allah yang tersampaikan lewat Supra ini. Makanya gue punya emosi tersendiri what ever people said.

Bapak magetanku punya cerita, saat dulu ia punya motor yamaha tahun 70an yang indikator bensinnya sudah mati. Bapak bilang, di banyak kejadian, saat motor berhenti karena kehabisa bensin, maka dideket situ pula ada tukang jual bensin. Sampai Bapak bilang, kadang ia bingung, sebenarnya kapan ia ngisi bensin dan kapan habisnya tidak diketahui, begitu motor berhenti, disitu baru tau kalau bensin habis dan sering kebetulan (sudah diatur) di deket situ ada orang jual bensin.

20160221_071807

Kawan,

Masih banyak jalan yang akan kita lalui bersama

Masih ribuan bahkan ratusan kilometer lagi kisah yang akan kita abadikan

Dan, akan masih ribuan masjid yang ingin aku singgahi bersamamu

Mari bersiap menjemput jalan-jalan baru di waktu ke depan

Please, tetaplah menjadi kawanku disepanjang takdir yang masih menyatukan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: