9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

[Belajar] Menghitung Penghasilan Profesi Setel Pelk Sepeda Motor

Bismillah.

Grand pas gue masih kul🙂

 

 

Hari ini gue belajar banyak mengenai pelek motor, hehehe…

Berawal dari info Bapak sby kalau ban belakang motor grand tahun 95  muter tapi motor jalan di tempat. Akhirnya pagi-pagi setelah sholat gerhana di mesjid aku bongkar ban belakang si grand. Ban aku lepas aku periksa tromol dan karetnya.

Wee ladalah.. karetnya hancur, pun tromolnya juga hancur. Hahaha… Pantesan roda gerak tapi motor jalan di tempat.

Langkah selanjutnya, gue kalkulasi untuk membetulkan motor dengan output paling optimum, baik dari harga maupun dari waktu.

Planning gue seperti ini, beli tromol ori ke toko khusus yang jual orderdil yang terkenal murah, kebetulan gue tau tempatnya. Trus ke tukang setel pelek untuk memasangkannya. Yosh, berangkat….

Aku bawa uang dari rumah 300rb. Hopely cukup. hahaha…

Ngacir ke toko onderdil, harga tromol belakang ori grand adalah 165rb. Ehh kata mbaknya “gak sekalian jari-arinya Pak? Khan jari-jari yang lama bakal rusak tar pas pasangnya” katanya. Akhir nambah beli jari-jari 25rb. Total belanja 190rb. Masih ada sisa 110 ribu. Semoga cukup.

Lanjut nyari tukang setel pelek buat ganti tromol pasang jari-jari.

Nyari nyari di lokasi yang sebelumnya aku sudah nanya ke satpam perumahan dan info dari toko onderdil. Dari dua info itu, yang buka ternyata lokasi dari info satpam perumahan, always prepare second plan ternyata berguna juga🙂

Pas datang di lokasi, masnya yang jaga lg nglayanin satu orang pelanggan lagi nyetel 2 pelek motornya. Dan…

Byooohhhhhh……. cek suwine rek nyetel pelek iku? sampek lumuten gue nungguinnya. Bayangin aja, 2 pelek jari-jari hampir 2 jam, berarti rata-rata 1 pelek hampir 1 jam. Mbookk..

Dan memang cara nyetelnya masih manual, sehingga butuh kesabaran ekstra. Mari kita pikirkan, itu satu-satu jari-jari dikencengin dikendorin sampai ketemu settingan yang pas dengan pelek roda. Byoohh jian, yang nunggu aja sampek gak sabar, apalagi yang ngerjain ya? super sekali abang-bang tukang setel pelek ini. Salut!

Untungnya datang abang satunya naik n-max (widiihhhh sadis…. motor idaman nih, wakakaka) langsung nanganin pelek yang aku bawa lengkap dengan tromol dan jari-jari yang baru. Pas megang pelek grand yang gue bawa, si abang langsung berujar, “peleknya ada yang sobek dan teyengen nih, gak sekalian diganti aja? sayang banged” katanya. Dalam hati, emang sih hahaha..

Ehhh pas buka lahernya di cek juga lahernya, oblak.. alamak… ampun dah.. jadi berapa duit ini?

Aq minta di totalin ama masnya kalau ganti pelek second yang dia punya plus ganti laher plus biaya pasang dan setel pelek berapa. Sejurus kemudian mas nya ngitung dan berujar 100rb semuanya.

Oke! sahutku mantap, hahaha.. budget masih cukup. Sisa 10rb.🙂

Grand pas gue ajak membelah Gn. Lawu ke Karanganyar🙂

Dikerjakanlah itu, nungguinnya sampek ngantuk ngantuk bay… hampir sejam gue nungguin. Akhirnya kelar juga. Pelanggan yang tadi nyetel 2 pelek juga udah selesai, di bayar 70 ribu untuk 2 pelek. Sedang diriku membayar 100rb sesuai kesepakatan awal. Dan sebelum aku pulang sudah datang pelanggan berikutnya nyetel pelek juga. Wow!

Secara kasar, kalau sehari aja ada 5 pelanggan jeleknya, maka incomenya adalah 175 rb/ hari.

Itu aja? ternyata tidak, jika ada kasus kayak gue dia bisa jual pelek second dan laher. Tadi aku liat dia juga jual ban bekas juga, mungkin juga menanganin tambal ban, soalnya pas setel pelek sekalian di cek ada paku atau benda tajam yang kemungkinan nancep di dalam ban atau tidak, nah di ban yang aku bawa ada kawat kecilnya tadi ketemu. Untung gak ngerusak ban dalamnya. Aman dari tambahan biaya. Ya mungkin kalau sehari antara 200-250 mah dapet gue pikir.

Itu saja? enggak Bro. Kayak kasusku lagi, pelekku yang lama dan jari-jari khan aku tinggal, buat apa juga kalau aku bawa. Nah itu khan bisa buat amunisi dia asal dia mau sabar ngelepas satu satu jari-jarinya atau dia bisa kiloin sekalian dengan tromolnya, ya kalau tambah-tambahan 20-50 mah dapetlah.

Jadi rentang pendapatannya per hari bisa 250-300 ribu, sebulan bisa 6-8 juta itu mah. Itu sudah dikurangi rokok yang ia hisap selama aku nungguin sebanyak 3 batang, atau 1 batang perjam.

Wow!! Dengan bermodal ahli nyetel pelek saja lho ini, gak perlu kuliah tinggi tinggi, gak perlu kerja punya atasan, mau masuk kerja monggo, mau liburan dengan keluarga juga monggo, tempat kerja seadanya. Tidak ada syarat pake sepatu, baju mlipis dll. Hahaha…

Bisa jadi, kita yang setiap hari pakaian rapi, berangkat pagi-pagi sekali pulang tak terlihat matahari pendapatan yang kita dapat bisa kalah ama si abang tukang setel pelek ini. Sekali lagi saya diingatkan untuk tidak melihat orang hanya dari tampilan luar saja.

Pas pulang keingetan belum beli karet tromol, mampir toko onderdil bentar harga 15rb ori. Ouch… nombok 5rb dari anggaran budget bendahara. Alhamdulillah.. satu masalah terselesaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: