9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Hati dua di jalan



Tips ini hanya buat newbie (pemula). Gimana trik motoran Cisalak (jaktim)- Bekasi- Cikarang yang efektif dan aman. Kuberanikan nulis coz hampir seminggu sekali aku menempuh rute itu.

Pertama, ini hal yang biasa aku paling cerewet. Pakai perlengkapan kendaraan yang lengkap, Helm pastikan yang bagus (gak harus mahal), Sarung tangan, Masker, Kaos Kaki, Pelindung dada. Cek juga Ban motor, kalau bensin gak perlu dibilangain. Bukan apa2 seh, hanya mengikuti prinsip berkendara. Kata Kang Encep, kalau lagi naik motor hanya ada 3 kemungkinan. Satu, jika kita hati-hati dan orang lain hati-hati dalam berkendara maka aman. Dua, jika kita hati-hati tapi orang lain tidak hati-hati jadi celaka. Tiga, jika kita tidak hati-hati meski orang lain hati-hati akan tetap jadi celaka. Apalagi jika sam2 tidak hati2.

Kedua, ketahui waktu yang tepat untuk berangkat. Jakarta adalah kota macet pada jam2 tertentu. Apalagi jalan raya bogor. Jika arah perjalanan menuju ke Pusat kota, jangan ambil waktu antara jam 8 pagi sampai jam 11 siang. Jika tidak ingin memperlama waktu perjalanan. Muacet jeh. Begitu juga sebaliknya. So, biasanya aku berangkat ke arah bekasi ba’da dhuhur jika bekasi. Panas memang, tapi khan dah memakai peralatan lengkap. Kalau mau ke cikarang langsung, aku memilih lewat Cisalak arah cililitan, ambil yang gak sore. Jadi berlawan dengan arah orang-orang yang pada pulang kantor. So, lajur jalan lumayan sepi. Kenali waktu yang tepat intinya.

Ketiga, kenali bahaya paling mengancam disetiap rutenya.

Dari cisalak ke cililitan melalui jalanraya Bogor, yang paling bikin kesel ampek pengen ngumpat, minimal pencet klakson sering-sering adalah sopir angkot. Gak tau aturan mereka. Sign kemana belok kemana gak jelas. So ati-ati. Hati2 juga kalau ada tanda putar balik atau ada orang yang dipertengahan jalan yang memberi jasa putar balik, ini yang paling sering bikin muacet. Coz mereka sering gak ngeliat kondisi jalan lagi rae atau tidak. Begitu ada mobil pengen puter balik, maka itulah kesempatan mereka dapet uang. Selanjutnya penyebrang jalan. Hati-hati juga dengan mereka, palagi kalau kecepatan kita 60an keatas bisa berabe kalau rem mendadak.

Dari cililitan ke bekasi, relatif gak separah jalan raya bogor, cukup mewaspadai angkot ja. Dan jangan lupa berjamaah kalau melewati traffic light. Agak mending seh dibanding cikarang, tapi tetep kudu ati2. Meski bener pas lampu ijo jalan, tapi kalau sendirian nyawa taruhannya. Traffic light hanya sekedar formalitas saja.

Nah, yang seru dari bekasi ke cikarang, aku biasa lewat kali malang. Syarat pertama kalau melewati traffic light HARUS berjamaah. Apapun warna lampunya. Jangan sendirian. Traffic ligt gak dianggap sama sekali. Kalau angkot relatif bukan masalah, coz sangat sedikit. Hati-hati juga pengendara motor, wah sangat bringas kalau berkendara. Ngawur juga. Yang gak kalah pentingnya hati-hati dengan jalannya. Amburadul, bisa ngerusak pelk motor. Pa lagi jalan dari pintu tol cibitung ke arah cikaranng yang lewat kali malang. MasyaAlloh, mirip makadam. Kayak offroad pokoke. Gak konsentrasi sedikit, bisa jatuh dari motor. Tahun lalu, pas masih kerja di cikarang berkendara motor di cikarang berdua, yang wajib pake helm Cuma yang depan. Busyet, Kuaget aku. Magetan aja yang nggunung, dah sejak aku sma peraturan harus pake helm standart. Lha ini?

Aku ngambil rute Cisalak-bekasi baru ke cikarang biasanya aku mampir dulu ke Ottoy sebelum ke cikarang. Kalau pas langsung ke cikarang, aku memilih lewat jalur, cisalak, cililitan, bantar gebang, setu, cibitung, cikarang. Lumayan sepi dan lancar. Hanya butuh satu setengah jaman. Kalu dari lewat bekasi bisa 2-2,5 jam pada waktu standart.

Oke. Sekarang kita bahas rute sebaliknya. Ini penting, karena agak berbeda. Waktu yang aku ambil kalau balik ke cisalak biasanya jam 9 dah nyampek bekasi. Jadi kalau dari cikarang jam 8an. Atau dari cikarang jam 9an malam. Atau lebih malam lagi. Knp? Tidak terlalu ramai, meminimalisasi pengendara yang ngawur. Aku tetep milih jalur kalimalang, tapi dari cikarang ke cibitung lewat asrama ke arah pertigaan cibitung baru belok kiri ke tol cibitung, belok kanan menyusuri kali malang. Seperti aku bilang tadi, jalan dari cikarang ke tol cibitung menyusuri kali malang puarah. Pa lagi lampu motorku gak kuat, alamat nyari masalah. Dari Cibitung ke bekasi dah pasti agak sepi, bisa agak nggenjot kecepatan, coz jalannya lumayan enak.

Nah, dari bekasi ke cililitan, ada trik khusus ini. Aku dapatnya dari belajar otodidak juga. Jalan udah gak rame, lajuryang agak rame justru dari arah jakarta ke bekasi. Knp? Yupz. Orang-oarang lagi balik dari belanja ma jalan2 di jakarta. Biar lancar dan gak ragu untuk mendahului, ada 2 tipe kendaraan di jalur bekasi ciclilitan. Pertama Angkot, kedua mobil pribadi. Kalu mau mendahului angkot, ambil sisi kanan. Tapi kalau mendahului mobilpribadi ambil lajur kiri. Dari sekian kali aku melakukanya, seperti dah jadi kebiasaan di lajur itu dengan hal itu. Tapi tetep hati2 dengen sign lamp mobil pribadi. Dijamin lebih lancar. Dah aku buktikan belasan kali.

Dari cililitan ke cisalak pada jam 9an ke atas udah agak sepi, yang jadi penghambat hanya sedikit macet pada traffic light. Dan angkot tetep jadi momok yang harus diwaspadai, jam berapapun.

Rekor tercepatku lewat jalur cikarang-bekasi-cilitan-cisalak 1,5 jam kurang. Waktu itu berangkat dari cikarag jam 10an. Mantabz. Rekor paling buruk hampir 3jam. Berangkat dari cikarang ba’da ashar,parah buanget ditambah paslagi hujan. Dah muacet gak karuan.

Ehm,.. ada yang lupa. Sebaik apapun kita berkendara. Tapi kalau tidak mengetahui kemampuan kendaraan kita, maka nihil hasilnya. Semisal kayak aku neh, aku pake astrea grandku. Aku dah hapal betul seberapa kuat remnya. Jadi saat aku injak rem dengan kekeuatan sekian akan berhenti dengan aman dengan jarak sekian. Aku juga hapal saat akan mendaului kendaraan, seberapa kuat akselerasi, saat baru servis atau ssudah sekian lama belum servis. Tiap waktunya berbeda, kadang bisa merasakan enak atau tidak saat di kendarai, apa ada yang salah. Mengenali kendaraan kita adalah 50% jaminan keamana berkendara.

Jangan sombong saat berkendara, tak akan baik hasilnya. Pernah 2 kali hampir celaka gara-gara ada sedikit sombong saat berkendara. Ini yang sangat membekas, sekali di surabaya sekali saat masih di cikarang. Yang disurabaya saat pinjem motornya Fendika, Sogun yang pake kompling full cakran depan belakang kalau tidak salah. Karena agak sombong aku laju agak kencang kemudian aku injak rem. Motor dah oling ke kanan ke kiri, hampir kehilangan keseimbangan. Alhamdulillah tidak jadi jatuh. Saat itu ada sombong memakai motor lumayan keren. Selanjutnya pas dicikarang, pas diminta mbantu mbalikin motornya anggit ke pekliknya. Bareng ma Yoyo. Aku pake motornya anggit, Yoyo boncengan ma anggit. Lewat jalur kali malang, jalur yang aku hapal diluar kepala dimana saja jalan rusaknya, dimana biasa macet dll. Saat itu aku sombong pengen menunjukkan aku hapal jalur itu dengan baik, so aku tancap gas agak cepet, dan hampir menabrak orang yang menyebarang jalan, motor sempat oling hampir jatuh juga. Astaghfirulloh.

Tapi bukab berarti gak boleh tancap gas saat berkendara, namun niatnya kudu lurus biar perjalann juga mulus. Pesan sponsor, jangan lupa berdo’a saat akan memulai perjalanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 12, 2010 by in [Tips] [Trik] and tagged , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: