9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

Goblok-goblokan Melogika Sistem Riba

Ditemani tempe mendoan 3 biji dan es nutrisari memulai tulisan ini. Kenapa gw kasih judul goblok goblokan? karena yang mencoba menguraikannya seorang Industrial Pharmacist, bukan seorang ahli keuangan, akuntan, bankir atau pernah mengenyam pendidikan tentang uang. Bahkan nilai akutansiku saat ambil program apoteker paling jelek, hahahaha.

Menulis ini karena terprovokasi setelah membaca (meski baru dapet 1/3 buku dari total 240 halaman) “Masa lalu uang dan Masa depan Dunia”.

Riba atau biasa kita sebut bunga bank, bukan hal yang asing buat kita semua. Namun pernahkah kita berfikir, dari mana asal usul kok ada sistem bunga bank? Ibarat berlalu lintas, kenapa lampu merah berhenti, hijau jalan, kuning hati hati? Maka bisa kita tarik benag bahwa kedua aturan tsb pasti ada yang membuatnya dan disepakati bersama. Dan yang membuat aturan tsb adalah manusia.

Kalau kita pinjam uang di bank, pasti ada suku bunga. Nah suku bunga ini kok ada darimana asal usulnya? Ya pasti orang orang di bank Indonesia yang menentukan, dan bank bank diseluruh dunia yang menganut sistem yang sama. Tapi bagaimana asal usulnya?

Ibarat anak dilahirkan dari kedua orang tuanya, orang tua si anak dilahirkan dari kakeknya, kakek si anak dilahirkan dari buyutnya dst.

Bunga bank dibuat oleh bank, bank didirikan oleh orang, orang yang mampu mendirikan bank tentu orang yang memiliki modal yang kuat. kalau pengentau lebih dalam siapa saja pemilik modal itu, silakan dilihat pemegang saham bank bank tsb, baik bank pemerintah maupun bank swasta. Ujungujungnya oasti orang juga.

Emang kenapa sich dengan bunga bank? toh selama ini banyak orang yang pake, dan baik baik saja?

Jadi begini kawan logikanya bunga bank itu.
Taruhlan di sutu negara hanya ada 3 orang. 1 pemilik modal, dan 2 orang pengusaha. Pemilik modal memberikan pinjaman uang pada masing masing pengusaha sebesar 100dolar, dengan catatan harus mengembalikan 105 dolar tahun depan. 5 dolar inilah yang dinamakan bunga. Mari kita logika, uang yang dikeluarkan adalah 200 dolar (masing masing 100dolar) oleh pemilik modal. Namun di kahir tahun harus mengembalikan sebesar berapa? yupz 210 dolar (masing masing 105 dolar).

Anak SD juga tau ada uang sebesar 10 dolar yang aneh. bagaimana mungkin bisa mengembailkan 210 dolar jika jumlah uang yang beredar hanya 200dolar. Maka pasti dari 2 orang pengusaha tsb ada salah satu yang ‘dikorbankan’. Salah satu bisa mengembalikan 105 dolar. Yang satunya hanya memilki uang sebesar 95 dolar. Maka dia harus nomboki (istilah jepange ngono) sebesar 15dolar atas kekurangannya. Bagaimana  cara melunasinya? maka akan ada penyitaan aset yang dimilikinya dengan dihargai sangat murah. Begono mas bro,..

Biar lebih mudah ngebayangin gw kasih satu contoh lagi,
Ibarat dalam satu kecamatan hanya ada 11 orang saja. 1 orang pemilik modal dan 10 lainnya adalah pengusaha. Masing masing pengusaha ingin membangun bisnis sendiri sendiri, namun tidak memiliki modal. Maka masing masing pengusaha tadi diberi pinjaman oleh pemilik modal masing masing 100ribu dengan bunga 5% yaitu 5rb yang harus mereka kembalikan akhir tahun. dalam waktu setahun, masing masing pengusaha pasti berusaha sekuat tenaga untuk mampu membayat 105rb di akhir tahun, tapi sadarkah kita bahwa uang fisik yang beredar adalah nayan 100rb dikali 10, hanya satu juta saja. Tapi harus kembali ke pemilik modal sebesar 1juta lima puluh ribu. Maka pasti ada pengusaha yang ‘kalah’ dan menjadi korban. Mengapa? karena memang dari awalnya sudah gak logis. bagaimana mungkin mengembalikan 1juta50 ribu jika uang yang beredar hanya 1 juta.

Ibarat kredit motor pake pinjaman bank. Harga motor 10 juta. Maka bank meminjami kita uang sebesar 10 juta, tapi meminta kita membayar 11 juta di tahun ke tiga. dari mana kita mendapatkan 1 juta tambahan? maka pasti ada yang ‘dikorbankan’. Atau jika kita tidak sanggup membayar, motor akan ditarik kembali. Itu kalau satu orang, kalau ribuan bahkan ratusan ribu bagaimana? perlu diketahui jumlah sepeda motor dari tahun 1987 sampai 2010 sudah mencapai 61jt unit. Mbook.

Itu baru satu segment, belum simpan pinjam yang lain dan unit usaha yang lain. Bisa kita bayangkan, sudah berapa banyak yang ‘dikorbankan’?

Siapa yang paling menderita? ujung ujungnya rakyat juga. Kok bisa? Pernah berfikir dari mana negara punya uang untuk membangun dan membiayai pegawai negeri? Tentu ada penjaminnya. Ada pemilik modal yang memberi pinjaman juga. Lah terus bagaimana cara pemerintah membayarnya? apalagi selain pajak.

Rakyat yang bekerja membanting tulang, (hehehe agak lebay. tak apa apa, bagi karyawan pasti tersa banget. Uang gajian belum masuk kantong udah dipotong pajak pengasilan) buat bayar utang atau bunga pinjaman ke bank internasional (apapun namanya). Belum lagi kalau denger kasus korupsi, sedih banget.

Yang diuntungkan siapa? ya pemilik modal. Siapa pemilik modal yang pasti oranglah. Masak hantu. Siapa orangnya, cari sendiri, nanya terus sich. hehehe. Itulah kenapa islam mengharamkan riba, sebab tidak boleh ada yang ‘dikorbankan’. Gak boleh ada ‘tumbal’. Dah gitu aja, silakan di share jika punya pengalaman.(9ethuk)

**Yang mau ebook buku diatas kirim email ke aku ya. Tar aku kirm via email aja, bagus banget bukunya.

15 comments on “Goblok-goblokan Melogika Sistem Riba

  1. Anonymous
    October 15, 2012

    Sama dan sebangun dg huku eMeLeM

  2. 9ethuk
    October 15, 2012

    Pasti king n4sru neh, hehehe. Ohh mlm hitu ya? ehmm, mohon di share sitemnya juga donk. Coz penangkapanku agak beda dengan MLM. Thx.

  3. Fifin
    October 15, 2012

    Sepertinya bukunya menarik, penulisnya siapa kang?

  4. 9ethuk
    October 15, 2012

    Fifin, Lupa penulisnya Mas Fifin. Hahahaha. Kalau mau aki kirim ke email aja.

  5. Fifin
    October 15, 2012

    oh oke. ke fifinnugroho@gmail ya kang.

  6. 9ethuk
    October 16, 2012

    Done ya Kang fifin,..

  7. Fifin
    October 16, 2012

    suwun kang.

  8. Anonymous
    October 19, 2012

    bagus mas tulisannya. jangan lupa di share saat halaqoh ya.biar makin banyak teman2 yang tahu

    • 9ethuk
      October 23, 2012

      Ehmm, tanpa nama. kayak e iki danang deh. hehehe

  9. Iwan Yuliyanto
    January 8, 2013

    Analogi sederhana namun nendang yaitu tentang haramnya riba.

  10. ardika
    January 13, 2013

    Mas minta dong bukunya, kirim ke cpx.one[at]gmail.com yach

  11. syawal
    February 26, 2013

    saya tertarik dengan apa yang Mas samapaikan..mohon bisa mengirimkan ebooknya ke syawsyaw@yahoo.com
    terima kasih sebelumnya

  12. pebi
    August 1, 2014

    mas… tolong kiri juga bukunya ke email-koe.. beyzeby@gmail.com maturnuwun

  13. Prima
    February 18, 2015

    adensari19.as@gmail.com
    saya tunggu e-booknya mas. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: