9ethuk

Berbagi adalah sumber energi abadi

How Long? [Moslem Corner]

Credit Gambar to : www.universetoday.com

Credit Gambar to : http://www.universetoday.com

Bismillah.

Yang saya maksud judul “How Long?” di atas bukan berapa panjang ya😀 , tapi berapa lama. Lebih spesifik lagi berapa lama sebenarnya kita hidup di dunia menurut Al-Qur’an dan Hadist dihubungkan dengan hukum relativitas (temuan Albert Einstein). Inspirasi membuat postingan ini karena status fb salah satu temen yang menggelitik dan logis. Setelah browsing-browsing berepa literatur maka memberanikan diri membuat postingan ini untuk diri sendiri sebagai pengingat.

Albert Einstein mengeluarkan postulat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relatif tergantung pada acuannya. Goblok-goblokane melogika seperti ini (perumpamaan serupa dikemukaan oleh si Einstein), jika seorang laki-laki ngobrol ngalor ngidul dengan orang sudah tua, giginya tinggal dua, beruban dan keriput, maka meskipun baru ngobrol sepuluh menit rasanya bisa satu jam. Sedangkan jika mengobrol dengan yang masih muda, cantik, solehah, dan anggun, masio ngobrol ngalor ngidul gak jelas selama 5 jam rasanya baru sepuluh menit😀 .

Nah, bagaimana relative-nya waktu menurut Al-Qur’an?

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

Jadi jauh sebelum Albert Einstein mengemukakan Teori Relativitas, Al-Qur’an secara gamblang telah memaparkanya. Untuk Lebih mudah menghitung berapa lama kita hidup di dunia, mari kita analisa bersama-sama.

Taruhlah kita hidup selama 70 tahun di dunia, kita ambil salah satu perhitungan waktu menurut Qur’an 32:5 yaitu 1 hari di akherat = 1000 tahun di dunia. 24 jam di akherat adalah 1000 tahun di dunia. Berarti kalau hidup 70 tahun, 70/1000 x 24 = 1,68 jam atau sekitar 1 jam 40 menit tolong dikoreksi jika perhitungan saya salah.

credit gambar to : astronomisains.blogspot.sg
credit gambar to : astronomisains.blogspot.sg

Maka tidak heran jika Alloh selalu mengingatkan kita tentang kehidupan di dunia yang hanya sebentar saja, bahwa kampung halaman dari perantauan kita di dunia adalah akherat :

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.(Al Qur’an, 23:112-114)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.(Al Qur’an, 79:46)

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.(Al Qur’an, 10:45)

Maka menjadi nyata sebuah posting dari Mas Anas dengan judul Barang Siapa yang tahu Jauhnya Perjalanan, Ia Akan Bersiap-siap. Mungkin dengan penjelasan diatas masih ada yang berfikir, kok tau? logiskah penjelasan itu?

credit gambar to : eryza.wordpress.com

Ketika kiamat datang, maka bumi akan hancur, gunung-gunung beterbangan, manusia ibarat kertas yang berserakan, dan segala kengerian hari itu. Nah sobat, jika bumi hancur atau bumi sudah tidak maka tidak ada lagi standart waktu bahwa sekali berputarnya bumi adalah siang dan malam, sekali berotasi pada porosnya, bumi butuh waktu 24 jam. Jadi saat kiamat, selain secara fisik yang hancur maka dimensi waktu akan hancur, maka sangat logislah semua penjelasan di Al-Qur’an.

Postingan ini adalah renungan buat 9ethuk pribadi, bahwa setiap tahun, bulan, hari, jam yang berlalu sejatinya adalah waktu-waktu dan perjalanan yang kita lewati menuju ‘kampung halaman’ yang sesungguhnya. Siapa yang dalam perantauan mengumpulkan bekal yang cukup, maka bekal yang ia dapatkan di tanah perantauan akan mencukupi untuk menempuh perjalanan ‘pulang kampung’

Edit tambahan tanggal 1 Januari 2013 :

Jujur tambahan ini termotivasi oleh comment pak lambang sarib di bawah, setelah diskusi dengen bapak, ternyata dapat sedikit pencerahan meskipun belum bisa total menjawab pertanyaan tsb, jawaban tersebut bapak surabaya utarakan berdasarkan tafsir samawat yang ernah beliau baca atau beliau dengarkan. Dan menurut saya sangat nyambung dengan pertanyaan pak lambang sarib serta melengkapi posting ini.

Kenapa perhitungan waktu menurut Alloh berbeda dengan yang kita lakukan? begini logikanya, kalau sepeda pancal, gear belakang lebih kecil dari gear depan, maka sekali kayuh gear depan yang besar taruhlah setengah gear depan sudah bisa memutar satu lingkaran penuh gear belakang. Nah, pendekatannya juga seperti itu. Kita hidup di bumi dan mengikuti waktu berputarnya bumi. Waktu berputarnya bumi tergantung dari diameter bumi itu sendiri. Jadi satu hari di bumi adalah 24 jam. Nah, kalau diameter bumi di bandingkan dengan diameter matahari, diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi. Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari. Jadi kalau bumi berputar 1 kali, matahari baru pertar 1/109nya. Itu kalau matahari, kalau galaxy bima sakti tempat matahari dan milyaran lain beredar berdiameter 100.000 tahun cahaya, berapa kilometer?

kecepatan cahaya 300.000 km/detik,
setahun ada 315.536.000 detik,
jadi setahun cahaya= kecepatan * jumlah detik setahun
= 300.000 * 315.536.000 detik
= 94.660.800.000.000 kilometer

kalau seratus tahun cahaya berapa km? itungen dewe, mboh mumet ngitunge, hehehe.

Lha kalau bumi dilihat oleh Alloh dari jarak sekian, satu putaran bumi atau sehari maka akan dirasa amat sangat singkat sekali jian puol njeduk gak ketulungan😀😀, makanya banyak di ayat2 Qur’an yang menyatakan perhitungan 1 hari di bumi dengan beberapa relativitas waktu menurut Alloh penguasa bumi, langit dan semua yang berada diantaranya.

*sejauh ini baru itu yang saya ketahui, mohon maaf keterbatasan ilmu. Semoga bermanfaat.

21 comments on “How Long? [Moslem Corner]

  1. lambangsarib
    December 31, 2012

    Maaf mas bukan mau mengoreksi, karena saya juga tidak faham, Hanya mau tanya kalimat ini “satu perhitungan waktu menurut Qur’an 32:5 yaitu 1 hari di akherat = 1000 tahun”.

    Apakah angka itu ada sumber rujukannya ?

    Matur nuwun.

    • 9ethuk
      December 31, 2012

      Ada di postingan Pak, analogi angka itu sebagai perumpamaan untuk memudahkan melogika betapa sebentarnya kita hidup didunia menurut pandangan Alloh swt,
      “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

      Ehmm,.. atau saya salah nangkep maksud pertanyaan pak sarib?

      • lambangsarib
        December 31, 2012

        Saya sangat sering mendengar pengajian2 yang menyebut 1 hari di dunia sama dengan seribu hari di akhirat, dan seterusnya…..

        Saya googling dan nanya kesana kemari tentang angka2 itu sumbernya darimana, tapi tidak menemukan. Makanya saya menanyakan angka angka itu.

        Jika ada teori yang menjelaskan perjalanan Isra’ dan Mi’raj dengan dengan kaidah teori relativitas saya sangat sependapat.

        Bahkan sekarang om google yang ciptaan manusia saja seolah bisa mencatat amal baik dan amal buruk seseorang di dunia maya (ini istilah om nukman luthfi). Televisi dan youtube pun melakukan hal yang sama.

        Apalagi Tuhan yang Maha atas segalanya ?

      • 9ethuk
        December 31, 2012

        Super pak!
        btw, apakah jawaban saya sudah menjawab pertanyaan sampeyan?
        Atau saya salah tangkep maksud pertanyaan sampeyan?

      • 9ethuk
        December 31, 2012

        Super pak!
        btw, apakah jawaban saya sudah menjawab pertanyaan sampeyan?
        Atau saya salah tangkep maksud pertanyaan sampeyan?

      • lambangsarib
        December 31, 2012

        Saya masih belum faham, apakah dalam ayat tersebut sebuah kiasan atau angka angka pasti seperti yang difahami dalam ilmu matematika dan fisika ?

      • 9ethuk
        December 31, 2012

        Waduh, aku belum tau pak. Tapi kalau bapak mau tau lebih dalam bisa baca tafsirnya. Atau tanya ustadz yang paham nahwu shoraf.
        Maaf gak bisa jawab.

      • lambangsarib
        December 31, 2012

        OK seeep, matur nuwun. Terus terang tulisannya OK bangeet.

      • 9ethuk
        January 1, 2013

        Matusr suwun atas pertanyaannya pak, btw ada edit tambahan dikit yang mungkin meskipun belum bisa jawab pertanyaa pak sarib tapi semoga bisa sedikit sebagai tambahan info. Silakan dibaca

      • lambangsarib
        January 1, 2013

        Bumi berputar pada porosnya membutuhkan waktu 24 jam. Bumi mengelilingi matahari satu edaran memerlukan waktu 364,4 hari.

        Planet merkurius mengelilingi matahari pada garis edarnya lebih pendek dibanding bumi. Planet Pluto mengelilingi matahari pada garis edarnya lebih lama dibanding bumi.

        Perbedaan peredaran planet planet tersebut dapat dengan mudah menjelaskan teori relativitas.

        Tetapi sayang, ilmuwan kita bukan yang menemukan teori relativitas.

    • genthuk
      January 2, 2013

      Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun (Al Ma’arij: 4)

      • 9ethuk
        January 2, 2013

        Udah ada di postingan itu mas,

      • lambangsarib
        January 2, 2013

        Nah kan,…. kalau postingan penuh dengan angka angka begini saya jadi semangat.

  2. setokdel
    December 31, 2012

    ah, ada sedikit ide untuk menulis soal waktu ini mas😀

    • 9ethuk
      December 31, 2012

      Halah, mesti iki
      Hahahahah
      Lanjut!

  3. Ely Meyer
    December 31, 2012

    Terima kasih sdh berbagi renungannya mas .. jadi inget pepatah Jawa .. urip ning ndonya iku mung mampir ngombe, bener ngak mas ?

    • 9ethuk
      January 1, 2013

      Saestu leres mbak yu, btw ada sedikit tambahan di posting ini, sudi kiranya untuk membaca

  4. danirachmat
    January 1, 2013

    pergunakan baik-baik waktu di dunia ya Mas..

    • 9ethuk
      January 1, 2013

      In Shaa Alloh Mas, saling mengingatkan ya
      btw ada sedikit tambahan di posting ini, sudi kiranya untuk membaca

  5. chikuwiw
    January 1, 2013

    terima kasih sudah mengingatkan mas…smoga di taun baru ini semakin lebih memaknai setiap detik yg tersisa..aamiin

    • 9ethuk
      January 1, 2013

      Aaamiin, saling mengingatkan ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 31, 2012 by in [Moslem Corner] and tagged , , , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 159 other followers

Tulisan Terdahulu

%d bloggers like this: